This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

03 February 2016

Daftar Dosen STIKes Kharisma Karawang

Salam Hangat Dari Orang Karawang. Kang Baa.

Berikut merupakan struktur organisasi STIKes Kharisma Karawang Terbaru. Admin hadirkan dengan format gambar (.jpg)


Referensi :
STIKes Kharisma Karawang






Daftar Isi Blog Berdasarkan Label / Category

Struktur Organisasi STIKes Kharisma Karawang

Salam Hangat Dari Orang Karawang. Kang Baa.

Berikut merupakan struktur organisasi STIKes Kharisma Karawang Terbaru. Admin hadirkan dengan format gambar (.jpg)



Referensi :
STIKes Kharisma Karawang





Daftar Isi Blog Berdasarkan Label / Category

07 July 2013

Ini Sebabnya Ibu Hamil Sering Beser

Salam Hangat Dari Orang Karawang. Kang Baa.

Saat hamil, tidak sedikit calon ibu yang kesulitan mengontrol kandung kemihnya. Ada yang sebentar-sebentar ingin buang air kecil alias beser, ada pula yang tidak kuat menahan hingga akhirnya mengompol saat bersin, batuk atau bahkan tertawa.
Beser dan inkontinensia (tidak bisa menahan hasrat buang air kecil) sering dialami wanita yang sedang hamil. Kontrol kandung kemih yang buruk adalah hasil dari tekanan pada kandung kemih selama kehamilan, yang membuat tempat penyimpanan urine menjadi lebih kecil dan semakin sulit untuk menghentikan alirannya, yang berakibat beser atau bahkan mengompol.
Kandung kemih terlalu aktif adalah salah satu alasan utama di balik inkontinensia urine selama kehamilan. Dengan demikian, perempuan perlu buang air kecil lebih dari biasanya karena kandung kemih kejang tak terkendali.
Proses persalinan pun dapat melemahkan otot-otot dasar panggul, yang pada gilirannya membuat kandung kemih menjadi lebih aktif. Melahirkan dapat berkontribusi untuk masalah kandung kemih, jika:
1. Ada kerusakan pada saraf yang mengendalikan kandung kemih
2. Uretra dan kandung kemih bergeser selama kehamilan
3. Karena episiotomi, yakni prosedur bedah yang memungkinkan janin untuk keluar lebih mudah.
Jika Anda mengalami beser, inkontinensia urine dan masalah kandung kemih lainnya selama kehamilan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti dilansir Onlymyhealth, Minggu (7/7/2013):
  1. Mempraktikkan latihan kegel setiap hari. Para ahli kesehatan merekomendasikan tiga set latihan masing-masing 15 gerakan dalam sehari.
  2. Aktivitas fisik adalah suatu keharusan. Tanyakan kepada dokter Anda tentang bagaimana harus melakukan olahraga selama kehamilan. Manajemen berat badan dapat mengambil tekanan dari kandung kemih selama kehamilan.
  3. Anda dapat menyilangkan kaki ketika merasa perlu untuk batuk atau bersin guna mencegah kebocoran urine atau ngompol. Hal yang sama harus dilakukan bila Anda akan mengangkat sesuatu yang berat.
  4. Metode perilaku seperti berkemih pada waktunya dan pelatihan kandung kemih membantu mengobati inkontinensia selama dan setelah kehamilan.
  5. Buatlah kebiasaan untuk minum setidaknya delapan gelas cairan setiap hari. Jika Anda mengurangi air untuk mengontrol kencing, itu hanya membuat Anda rentan terhadap infeksi saluran kemih dan dehidrasi.
  6. Hindari makanan dan minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih dan membuatnya sulit untuk mengontrol kebocoran kemih, seperti kopi, minuman ringan dan alkohol.
  7. Anda dapat menggunakan pembalut yang menyerap bocor urine.

Sumber : DetikHealth.



Daftar Isi Blog Berdasarkan Label / Category

Hairy Cell Leukemia

Salam Hangat Dari Orang Karawang. Kang Baa.

Deskripsi Hairy cell leukemia (HCL) merupakan kanker darah langka dan tumbuh dengan lambat akibat sel tulang belakang menghasilkan terlalu banyak sel B (limfosit), salah satu jenis sel darah putih yang bertugas melawan infeksi. Jika dilihat dengan mikroskop, sel B ini tampak abnormal dan 'berambut'.Seiring dengan bertambahnya jumlah sel leukemia, otomatis sel darah putih, sel darah merah dan platelet yang sehat juga semakin sedikit karena terdesak oleh sel leukemia tersebut.Kanker ini lebih banyak menyerang pria, terutama pria paruh baya atau lansia.Hingga kini penyebab dan obat penyakit ini belum pernah ditemukan. Hairy cell leukemia dianggap sebagai salah satu penyakit kronis karena penyakit ini tak pernah benar-benar hilang meski mungkin dalam beberapa tahun dosis pengobatannya dikurangi.
Penyebab Hairy cell leukemia terjadi akibat mutasi DNA yang menyebabkan sel tulang belakang menghasilkan terlalu banyak sel-sel darah putih yang tidak dapat bekerja dengan baik. Namun para pakar tak mengetahui apa penyebab mutasi DNA yang dialami sel-sel tulang belakang tersebut.
Gejala - Terasa seperti kenyang di perut namun menimbulkan ketidaknyamanan sehingga enggan melanjutkan makan
- Kelelahan
- Mudah memar
- Infeksi kambuhan
- Lemas
- Berat badan turun
Pengobatan - Kemoterapi yaitu dengan menggunakan Cladribine dan Pentostatin
- Terapi biologi yaitu interferon dan Rituximab
- Operasi

Sumber: MayoClinic dan DetikHealth



Daftar Isi Blog Berdasarkan Label / Category

Rutin Makan Ikan Salmon Tiap Minggu Buat Anak Lebih Mudah Konsentrasi

Salam Hangat Dari Orang Karawang. Kang Baa.

Jakarta, Olahan daging ikan sebagai makanan dengan segudang manfaat sehat bagi anak sudah tidak diragukan lagi. Tak terkecuali ikan salmon. Nutrisi yang dikandungnya mampu meningkatkan kecerdasan anak dan membuatnya lebih mudah konsentrasi.
"Ada baiknya ibu membiasakan anak untuk menyukai konsumsi daging ikan, salah satunya ikan salmon. Mengapa? Sebab ikan salmon punya banyak manfaat untuk kesehatan anak," tutur Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, pakar nutrisi.
Hal tersebut diungkapkan Rita dalam acara talkshow 'Mom & Me: Fakta dan Mitos Ikan Salmon', yang diadakan di Atrium Senayan City, Jl Asia Afrika, Jakarta, dan ditulis pada Minggu (7/7/2013).
"Ikan salmon terkenal akan kandungan DHA-nya yang tinggi. Selain itu, ikan salmon juga mengandung iodine, protein, selenium, omega 3, berbagai vitamin seperti vitamin A, vitamin D, serta vitamin B12," lanjut Rita.
Vitamin A diperlukan bagi kesehatan mata. Vitamin D membantu tubuh dalam menyerap fosfat dan kalsium, sementara vitamin B12 membantu produksi sel-sel darah merah yang dapat mencegah anemia.
Seluruh kandungan nutrisi tersebut dapat membantu menjaga kesehatan anak, meningkatkan kecerdasan anak, dan menjaga kesehatan jantung
anak.
"Anak yang rutin mengonsumsi paling tidak 2-3 porsi olahan ikan salmon setiap minggu lebih sanggup berkonsentrasi dibanding anak yang tidak mengonsumsi ikan salmon," ungkap Rita, yang kini aktif sebagai pengajar jurusan Gizi di Politeknik Kesehatan Jakarta II.
Meskipun begitu, selain rutin mengonsumsi ikan salmon secara rutin tetap dibutuhkan peran serta orang tua, khususnya ibu, untuk membantu anak mengeksplorasi keingintahuannya. Ini agar anak tak hanya sehat, tetapi juga tumbuh cerdas.


Sumber : DetikHealth.


Daftar Isi Blog Berdasarkan Label / Category

30 June 2013

HIV/AIDS

Salam Hangat Dari Orang Karawang. Kang Baa.

AIDS adalah singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome yaitu suatu sindrom atau kumpulan gejala penyakit yang timbul akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh. AIDS bukan penyakit turunan, akan tetapi suatu penyakit yang didapat atau ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS. AIDS merupakan fase terminal dari infeksi HIV.

Penderita HIV positif adalah seseorang yang telah tertular HIV, dapat menularkan penyakitnya walaupun nampak sehat dan tidak menunjukkan gejala. Penderita AIDS adalah orang – orang yang telah menunjukkan kumpulan gejala penyakit setelah sekian waktu terinfeksi HIV.

Cara Kerja HIV dalam Tubuh Manusia

Manusia dengan system kekebalan tubuh yang sehat mampu memerangi infeksi dan bakteri karena adanya sel darah putih (Limfosit) yang berperan sebagai “tentara” agar tubuh seseorang tetap sehat dan terbebas dari ancaman infeksi. Limfosit bekerja dengan memanggil bala bantuan limfosit lainnya atau dengan memproduksi antibodi untuk menetralisir benda asing tersebut.  Bila seorang telah terinfeksi HIV maka virus menyerang sel darah putih, khususnya yang disebut CD4. Virus kemudian menyerang CD4 dan merusak system genetikanya sehingga tubuh tidak lagi memproduksi CD4, melainkan mereplikasi HIV, kemudian virus tersebut merusak CD4. Demikian terus menerus sehingga jumlah CD4 dalam tubuh berkurang, akibatnya system kekebalan tubuh menjadi turun dan tubuh mudah terserang infeksi lainnya.

Penularan HIV

Penularan HIV akan terjadi bila terjadi kontak atau percampuran dengan cairan tubuh yang mengandung HIV antara lain melalui :

  • Berhubungan seksual dengan orang  HIV positif, baik secara heteroseksual (lain jenis) maupun homoseksual (sesama jenis) tanpa menggunakan kondom.
  • Melalui transfusi darah dan transplantasi organ yang tercemar HIV.
  • Melalui alat/jarum suntik atau alat tusuk lainnya yang tercemar HIV seperti alat tindik, tattoo, akupuntur dan lain-lain.
  • Pemindahan dari ibu hamil ke janin yang dikandungnya saat persalinan atau penularan lewat air susu ibu ke bayinya.

Dari uraian di atas maka terdapat orang – orang yang berisiko tinggi  tertular HIV yaitu :

  • Wanita atau laki-laki yang berganti-ganti pasangan berhubungan seksual beserta pasangannya
  • Pekerja Seks Komersil dan pelanggannya
  • Orang-orang yang melakukan hubungan seksual yang tidak wajar seperti hubungan seks melalui dubur (anal sex)
  • Penyalahguna Narkotika dengan suntikan yang menggunakan jarum suntik secara bersama.


Sedangkan hal-hal berikut ini tidak menularkan HIV

  •     Bersenggolan dengan pengidap HIV
  •      Berjabat tangan
  •     Bersentuhan dengan pakaian atau barang-barang lainnya bekas penderita HIV
  •     Penderita HIV yang bersin-bersin, batuk ataupun membuang ingus di depan kita
  •     Bepelukan
  •     Berciuman biasa, bukan deep kiss/ yang menyebabkan lecet
  •      Melalui makanan dan minuman, atau makan bersama dengan pengidap HIV
  •     Sama-sama berenang di kolam renang
  •      Pemakaian WC, wastafel atau kamar mandi bersama-sama
  •      Gigitan nyamuk atau serangga lainnya



Perjalanan Infeksi HIV

Saat HIV masuk ke dalam tubuh manusia, 3 – 6 bulan pertama disebut periode jendela, yaitu suatu periode waktu dimana pada awal seseorang terinfeksi HIV , akan tetapi bila dilakukan pemeriksaan terhadap darahnya hasilnya negatif, antibody terhadap HIV belum terdeteksi.  Pada saat ini orang tersebut sudah dapat menularkan HIV. Masa inkubasi HIV rata-rata adalah 5-10 tahun, yaitu masa dimana virus HIV masuk ke dalam tubuh manusia sampai menunjukkan gejala penyakit.  Kemudian setelah waktu 5-10 tahun berlalu munculah gejala penyakit, dan orang tersebut disebut menderita AIDS. Lamanya dapat bervariasi dari satu individu dengan individu yang lain. Dengan gaya hidup sehat, jarak waktu antara infeksi HIV dan menjadi sakit karena AIDS dapat berkisar antara 10-15 tahun, kadang-kadang bahkan lebih lama. Terapi antiretroviral dapat memperlambat perkembangan AIDS dengan menurunkan jumlah virus (viral load) dalam tubuh yang terinfeksi.

Gejala HIV dan AIDS  

Saat seseorang terinfeksi HIV, awalnya tidak ada gejala yang segera tampak, sehingga sebagian besar penderita tidak menyadarinya. Beberapa orang mengalami gangguan kelenjar yang menimbulkan efek seperti deman (disertai panas tinggi, gatal-gatal, nyeri sendi, dan pembengkakan pada limpa), yang dapat terjadi pada saat seroconversi, yaitu  pembentukan antibodi akibat HIV yang biasanya terjadi antara enam minggu dan tiga bulan setelah terjadinya infeksi. Walaupun tanpa gejala seorang penderita HIV sangat mudah menularkan virus tersebut kepada orang lain. Satu-satunya cara untuk menentukan apakah HIV ada di dalam tubuh seseorang adalah melalui tes HIV. Penyakit atau gejala baru muncul apabila sudah melewati masa inkubasi yang rata-rata berlangsung 5-10 tahun.

Tahapan perkembangan HIV secara umum dibagi menjadi beberapa tingkat antara lain :

  • Tahapan Primer. Seseorang positif terkena HIV namun belum menunjukkan gejala. Gejala hanya berupa gejala flu seperti pusing, agak demam, lemas dan lain-lain sehingga sering terabaikan. Biasanya terjadi setelah 2-4 minggu saat pertama kali virus masuk ke tubuh seseorang.
  • Tahapan Asimptomatik atau Tanpa Gejala. Seseorang sudah HIV positif akan tetapi belum menunjukkan gejala. Jumlah CD4 dalam darah terus berkurang. Kadang-kadang disertai keluhan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Tahapan Simptomatik atau bergejala. Seseorang yang sudah terkena HIV  mengalami gejala ringan namun tidak mengancam seperti demam yang bertahan lebih dari 1 bulan, berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan, diare selama lebih dari 1 bulan, berkeringat di malam hari, batuk lebih dari 1 bulan, kelelahan berkepanjangan. Kadang-kadang gejala dermatitis pada kulit, infeksi pada mulut, lidah sering dilapisi lapisan putih, herpes dan lain-lain. Gejala akan semakin parah seiring penurunan jumlah CD4.
  • Tahapan Akhir atau AIDS.  Seseorang sudah menunjukkan gejala AIDS penuh, yaitu adanya penyakit opotunistik, seperti infeksi paru (Pneumocystic jerovicii), kandidiasis, Sarkoma Kaposi, tuberculosis, berat badan menurun drastis, diare tanpa henti, toksoplasma pada otak, dan lain-lain. Sebagian besar keadaan ini merupakan infeksi oportunistik yang apabila diderita oleh orang yang sehat, dapat diobati.


HIV digolongkan sebagai Infeksi menular Seksual (IMS) karena keduanya mempunyai keterkaitan yaitu sama-sama dapat ditularkan melalui hubungan seksual, keduanya juga berisiko menyerang orang-orang yang berprilaku berganti-ganti pasangan seks tanpa memakai kondom. Luka basah yang ditemukan pada pasien IMS menjadi pintu masuk HIV langsung ke pembuluh darah, sehingga tertular IMS berarti memperbesar risiko tertular HIV.



Daftar Isi Blog Berdasarkan Label / Category